TIM SEPAKBOLA BATAH TIMUR
Selasa, 15 November 2011
TIM SEPAKBOLA BATAH TIMUR
begitu banyak nya pemain sepak bola di indonesia pada khususnya batah timur yang apabila dibina dengan baik, mungkin akan mencetak atlit-atlit sepakbola yang handal dan mampu mengangkat citra sepakbola indonesia . . . . . kalau saya liat banyak bakat2 muda yang hanya bermain bola tampa tujuan yang jelas . . . . . mungkin skedar hobi saja . . . . . .cobak mereka dapat dituangkan di wadah yang sesuai dengan maka banyak pemain bangkala. . .yang akan terjun di pentas olah raga nasional dan inter nasional . . . . . . ayo ..............................maju AREGAD
TEMPO Interaktif, Groningen - Perilaku itu menular. Jika Anda melihat seseorang menguap atau tersenyum, sering Anda melakukan hal yang sama beberapa detik kemudian. Perilaku meng-kopi ini ternyata juga berlaku di lapangan sepak bola.
“Semakin meyakinkan seseorang merayakan keberhasilan mereka dengan rekan satu tim, semakin besar kemungkinan tim akan menang,” kata Dr Gert-Jan Pepping, ilmuwan sepak bola dan dosen di Universitas Groningen, Belanda.
Dari sudut pandang evolusi, perilaku ‘menular’ ini mudah dijelaskan. Kemampuan untuk menyalin perilaku tertentu merupakan sesuatu yang penting untuk bertahan hidup dalam kelompok-kelompok sosial.
Pepping mencontohkan perilaku ikan, yang saling mensinkronkan perilaku satu sama lain, dengan melakukan hal yang sama persis sebanyak mungkin, akan meningkatkan kesempatan ikan-ikan bertahan hidup. Selain itu, perilaku mencontek memiliki fungsi lain: belajar dari satu sama lain. Kedua fungsi ini berarti kita mengkomunikasikan tujuan individu dan kelompok melalui gerakan. Juga perilaku gerakan emosional, seperti bersorak-sorai, bisa dipahami dengan cara ini.
Emosi sering dipahami dan dijelaskan dalam konteks apa yang baru saja terjadi. Penelitian Pepping mengungkapkan, emosi juga dapat mempengaruhi masa depan. Kelompok risetnya menyelidiki apakah cara pemain sepak bola mengekspresikan kegembiraan mereka pada penalti yang sukses mempengaruhi hasil akhir dari adu penalti. Pepping mengatakan: “Apa yang baik tentang adu penalti adalah tujuan individual atas skor penalti secara langsung diarahkan pada tujuan kelompok dalam memenangkan pertandingan.”
Mengenai sikap positif, Pepping dan kelompok risetnya mengungkapkan bahwa sikap positif seorang pemain menular ke tim.
Saling memotivasi satu sama lain, menurut Pepping, juga penting. Ia menganalogikan dengan situasi di kantor, satu sama lain saling memotivasi demi kinerja kelompok, dan merayakan keberhasilan kelompok bersama-sama. “Itu berarti bahwa seluruh tim akan berbagi perasaan kebanggaan dan kepercayaan, yang meningkatkan kinerja,” ujarnya. “Namun, Anda harus berhati-hati untuk tidak membesar-besarkan dengan mengekspresikan kebahagiaan atau kebanggaan itu di luar konteks.”
Di beberapa negara orang cenderung bereaksi terhadap keberhasilan dengan cara yang kurang panas dibandingkan dengan orang lain. “Di Belanda banyak orang tampaknya sudah lupa bagaimana bereaksi gembira.” Menurut Pepping, jika Anda ingin meningkatkan peluang keberhasilan Anda, baik di bidang olahraga maupun dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk ‘melepas rem’. Itu sorak yang wajar sebagai reaksi atas kemenangan. Terlebih lagi, seperti yang diungkapkan oleh penelitian, bila kepentingan individu dan kelompok bersesuaian hal itu juga sebuah reaksi yang sangat fungsional. Lebih bersorak berarti lebih sukses.
ScienceDaily/Ngarto Februana
Langganan:
Postingan (Atom)

